Pangkalan LPG Meledak, Tiga Tewas

BERITAJAKARTA.COM — 13-11-2009 18:20

Sebuah tabung gas milik seorang agen LPG di RT 08/05 Durensawit, Jakarta Timur, Jumat (13/11) meledak. Diduga tabung gas yang meledak itu merupakan gas oplosan atau suntikan. Akibat kejadian tersebut, tiga warga tewas dan tiga orang lainnya mengalami luka berat. Ledakan juga mengakibatkan rumah korban hancur berantakan. Hingga kini penyebab ledakan masih dalam penyelidikan aparat kepolisian setempat.

Keterangan yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan, ledakan hebat sebanyak tiga kali terjadi Pukul 11. 30 di rumah milik Heryanto (45) alias Ateng, seorang agen gas LPG. Tak lama kemudian, rumah berlantai dua milik korban ambruk ke tanah. Bahkan goncangan hebat terjadi di sana, layaknya terjadi gempa. Warga pun panik atas kejadian tersebut.

Nasib nahas menimpa keluarga pemilik agen gas tersebut. Heryanto bersama Siti isterinya tewas di tempat, keduanya tertimpa reruntuhan puing bangunan rumahnya yang ambruk pasca terjadi ledakan hebat. Bahkan, seluruh tubuh Siti mengalami luka bakar karena saat kejadian ia tengah berada di dapur, tempat penyimpanan tabung-tabung gas. Sedangkan Suryanto (3), anak bungsu mereka yang juga mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya, turut tewas saat menjalani perawatan di RS Harum, Kalimalang. Tiga warga lainnya juga mengalami luka-luka lantaran tertimpa puing reruntuhan rumah yang terkena dampak ledakan tersebut.

Adawiyah, tetangga korban mengaku kaget saat ledakan itu terjadi. Rumahnya yang bersebelahan dengan korban pun turut goncang dan beberapa gentengnya ambruk ke tanah. Bahkan sembilan rumah tetangganya turut berantakan. Ia mengira saat itu telah terjadi ledakan bom.

“Kejadiannya sebelum sholat Jumat, karena saat itu bersamaan dengan orang-orang yang akan pergi ke masjid. Tadinya saya kira itu suara bom, karena suaranya sangat keras dengan getaran yang cukup kuat. Malahan rumah saya saja tertimpa puing-puing rumah korban sampai akhirnya genteng pada hancur berserakkan,” kata Adawiyah.

Sedangkan Sugito anak sulung Heryanto, berhasil selamat dari musibah tersebut. Karena saat kejadian, ia tidak ada di rumah. Kini ia shok berat mendapati ayah, ibu dan adik kandungnya tewas mengenaskan.

Hingga kini petugas masih melakukan penyelidikan penyebab terjadinya ledakan tersebut. Bahkan beberapa petugas masih melakukan penjagaan ketat dan mencari kemungkinannya masih adanya korban lain di dalam rumah tersebut.

Namun petugas sepertinya mengalami kesulitan dalam pencarian korban lain, mengingat rumah seluas 80 M2 ini kondisinya luluh lantah. Seluruh bangunannya ambruk dan nyaris rata dengan tanah.

Udin bin Tohir, Ketua RT 08/05 Durensawit yang juga masih tetangga korban mengaku belum mengetahui penyebab terjadinya ledakan tabung gas yang hingga menewaskan seorang warganya itu. “Paling tidak harus menggunakan alat berat untuk mengevakuasi reruntuhan bangunan ini. Tapi dari pencarian petugas tadi, tidak ditemukan adanya korban lain di bawah reruntuhan rumah Heryanto,” tambah Udin.

Menurutnya, Heryanto yang tinggal bersama istri dan dua orang anaknya telah berjualan gas selama kurang lebih dua tahun. Warga sering membeli gas di tempat tersebut. Kabarnya gas yang dijualnya itu merupakan hasil oplosan atau sering dikenal dengan istilah tabung kentut. “Saya sudah pernah menanyakan hal ini kepada Si Ateng mengenai gas-gas yang dijualnya itu, tapi ia tidak mengaku kalau gas yang dijualnya itu adalah oplosan atau suntikan,” tambahnya.

Mula Suntak, seorang Petugas Pemadam Kebakaran yang datang ke lokasi kejadian menyebutkan, dugaan sementara tabung gas ini meledak karena bocor. Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya menerjunkan 14 unit mobil Pemadam Kebakaran di lokasi tersebut.

“Seluruh lokasi kejadian terpaksa kami semprot agar semua tabung gas basah. Kami khawatir tabung-tabung gas itu masih bisa menimbulkan ledakan,” tandasnya.

Comments are closed.